Auxilium
Draft postingan kali ini saya tulis saat pulang dari rumah teman. Dalam perjalanan pulang, saya sempat berjalan kaki, lalu tanpa sadar menengadah ke langit. Malam itu langit dipenuhi bintang, banyak sekali dan indah. Hati saya rasanya langsung menyublim.
Dari sana, saya memutuskan untuk membuka blog. Awalnya saya ingin menulis sesuatu yang indah, tetapi suasana malam itu justru membawa saya pada sebuah memori beberapa waktu lalu, saat saya menginap di sebuah hotel karena harus menghadiri pernikahan sahabat saya. Baiklah, mari kita mulai ceritanya.
Solo traveling mungkin sudah menjadi hal yang biasa untuk saya. Mungkin sekitar 70% perjalanan saya lakukan sendiri, sisanya bersama sahabat atau keluarga. Jadi, itu bukan sesuatu yang menyeramkan atau menyedihkan untuk saya. Justru saya menikmati momen-momen tersebut, karena di situ saya merasa lebih dekat dengan diri sendiri dan punya ruang untuk merenungkan banyak hal yang perlu saya perbaiki dalam hidup (anjay).
Sampai pada kejadian di hotel kala itu. Kondangan kali ini adalah kondangan luar kota pertama yang saya datangi sendirian. Waktu itu saya berpikir semuanya akan sama saja seperti solo trip biasa, jadi seharusnya aman. Toh nanti di tempat acara juga pasti bertemu dengan orang lain.
Hari H pun tiba. Saya mulai bersiap, dari makeup lalu berganti baju, semuanya masih aman. Sampai ternyata saya haid. HAHAHA. Padahal jadwal saya masih dua hari lagi, dan biasanya hampir tidak pernah meleset. Saya langsung mengecek koper dan tas, karena biasanya saya cukup well-prepared, setidaknya ada satu atau dua pembalut. Tapi kali ini tidak ada sama sekali. Panik? Belum. Saya masih mencoba berpikir jernih mencari solusi. Saya mencoba menelepon resepsionis, berkali-kali, tetapi tidak tersambung. Di situ saya mulai panik.
Coba bayangkan: saya sedang haid, menginap di hotel yang cukup "terpencil" karena lokasi kondangannya berada di daerah pegunungan, tidak banyak convenience store, saya tidak membawa pembalut, telepon kamar tidak berfungsi, dan saya sendirian. Saat itu saya hanya berdiri di depan cermin sambil berpikir, "Ya ampun, ternyata saya sebutuh itu terhadap orang lain."
Akhirnya saya berganti baju lagi, lalu berjalan ke resepsionis dengan perasaan was-was, sambil sedikit menangis (dramatis lol). Sampai di sana, saya baru tahu bahwa telepon kamar saya memang rusak (kesel dikit). Well yeah, setidaknya sekarang saya tahu penyebabnya. Dan alhamdulillah, pegawainya sangat baik, mereka membantu saya dengan memberikan pembalut.
Kejadian itu mungkin terlihat sederhana, tetapi entah kenapa cukup menggeser perspektif saya. Selama ini saya selalu merasa bisa melakukan apa pun sendiri. Saya merasa semua hal mungkin dilakukan sendirian, karena saya sudah belasan tahun hidup merantau sendirian. Apalagi setelah hubungan terakhir saya berakhir, saya sempat berpikir bahwa tidak menikah pun bukan sesuatu yang menyedihkan. Namun setelah kejadian itu, saya mulai memikirkan ulang "keangkuhan" saya tersebut (lol).
Ternyata saya masih membutuhkan orang lain. Dan entah kenapa, saya juga jadi berpikir bahwa meskipun solo traveling itu menyenangkan, mungkin akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama orang yang saling menyayangi. Rasanya agak sombong juga ya, dulu saya merasa tidak membutuhkan siapa-siapa.Tapi memang, setiap kejadian selalu membawa pelajaran.
Dan saat saya melanjutkan tulisan ini, saya baru saja selesai merasa terharu. Di tengah kondisi saya sebagai manusia yang masih jauh dari kata baik, saya baru saja meminta bantuan orang lain untuk mempersiapkan aplikasi beasiswa saya. Saya terharu, kenapa orang-orang bisa begitu baik kepada saya? Padahal mungkin saya sering tidak sadar melakukan hal-hal yang tidak baik, baik dari perkataan, prasangka, maupun perbuatan. Tapi mengapa Allah masih mengirimkan orang-orang baik ke dalam hidup saya?
Maha Besar Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Jadi ya, epilognya sederhana: saya masih membutuhkan orang lain. Dan sepertinya, mungkin sudah saatnya saya tidak selalu berjalan sendiri, termasuk dalam perjalanan-perjalanan saya selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar