Providentia
Rasanya sudah lama sekali saya tidak punya waktu untuk menulis. Beberapa minggu terakhir dipenuhi agenda buka puasa bersama yang datang berturut- turut, seolah Ramadan kali ini berjalan dalam irama yang cukup ramai (setidaknya untuk saya, ini ramai wkwkwk). Karena itu, hari ini terasa seperti hadiah kecil ketika akhirnya saya memiliki waktu untuk benar- benar tidak melakukan apa- apa. Tidak ada agenda, tidak ada percakapan yang harus dikejar, hanya waktu yang berjalan pelan dan menyenangkan. Alhamdulillah, ternyata waktu luang seperti ini terasa sangat mewah. Tidak terasa Ramadan tahun ini sudah berjalan dua puluh lima hari. Saya sendiri mulai berpuasa sejak 18 Februari, dan entah bagaimana waktu terasa begitu lihai berlari. Baru kemarin rasanya menyambut hari pertama, tetapi sekarang bulan ini hampir sampai di penghujungnya. Mungkin memang begitulah waktu bekerja, diam- diam berjalan (atau berlari), lalu tiba- tiba kita menyadari betapa banyak hal yang telah terjadi dan me...