Postingan

Untuk diri

Di hari ini, di depan pintu yang terkunci karena saya lupa passwordnya, saya pikir saya perlu mengucapkan terima kasih paling dalam kepada -siapa lagi kalau bukan- diri sendiri. Yang sudah melangkah sejauh ini, yang sudah berbaik hati pada penyesalan, yang selalu berusaha memahami, yang selalu belajar dari kesalahan, yang memilih pilihannya sendiri, yang tumbuh bersama mimpinya, yang selalu merawat pilihannya, yang kuat sekali, yang selalu menyayangi, meski kadang -sering- saya menepi, hanya melihat, kemudian terjatuh sendiri. Kamu hebat, kok widh. Aku ngefans sama kamu. Keep it up!

Passion

Tidak apa-apa jika anak-anak memulai dengan lambat. Jika mereka tidak menjadi seperti Einstein di usia delapan tahun. Jangan panik. Bahkan Albert Einstein bukanlah Einstein ketika dia masih delapan tahun. Einstein kecil benar-benar seorang anak berprestasi rendah yang tidak berbicara hingga usia tiga tahun, mengalami kesulitan belajar di sekolah, dan bekerja bertahun-tahun sebagai pegawai rendahan di suatu kantor paten. Namun ia kemudian mengikuti passionnya di bidang fisika, mengembangkan Teori Relativitas, dan menjadi fisikawan terbesar di dunia. Saya yakin bahwa Einstein akan berkata bahwa seberapa cepat kita bisa meraih sukses itu relatif.

Pak Manto dan Mbok Ti

Tadi saya main ke pengasuh saya pas kecil, saya emang tiap pulang selalu main kesana selagi bisa.  Tapi tadi mah beda, rasanya sedih aja gitu. Hiks. Namanya Sumanto dan Sutiyem, saya memanggil mereka dengan sebutan pak manto dan mbok ti. Kalau nggak diasuh sama beliau-beliau, saya mungkin nggak ngerasain nggembalain kambing di lapangan sambil duduk di bawah pohon sambil makan kacang kedelai yang direbus dan masih ada kulitnya. Saya juga mungkin nggak ngerasain gulung-gulung dan berenang di lumpur saat sawahnya dibajak, jatuh dari pohon kersen yg tinggi banget sampe paha atas saya harus dijahit LOL, ngelihat adik saya bersimbah darah pas abis jalan-jalan pagi karena saya suka bereksperimen mendorong adik saya ke sungai, beli nasi goreng sebungkus dimakan berempat sama adik saya, pulang sekolah ke rumah mbahnya saya dikejar orang gila LOL ini lucu banget saya masih TK, saya bahkan masih inget banget siapa nama orang gila tersebut, tapi demi kemaslahatan umat saya nggak mau menyebut...

Ya Rabb

Betapa kematian begitu dekat

Indonesia

Saya terkadang tidak paham juga kenapa saya sangat mencintai Indonesia. Kalau dipikir-pikir, rasanya sesak juga tinggal di negara berkembang yang dilabeli dengan "negara yang serba susah". Tapi bukankah bisa berkontribusi untuk membangun negeri dan perlahan menghapus label "negara yang serba susah" itu bisa kita lakukan? Semoga, kalian, saya, dan kita semua senantiasa bisa mencintai negeri kita ini dan bisa memberikan manfaat sekecil apapun. Aamiin.

Nasehat

"Kalau kamu mau jadi air, ya jadi air aja. Jangan pernah terpikir kamu pengen jadi bensin. Pun sebaliknya. Karena kalau setengah air setengah bensin, ga ada fungsinya. Buat minum ga bisa, buat bahan bakar juga ga bisa." Kata seseorang kepada saya.

Sebenarnya

Sebenarnya, Dalam hidup, Kita cukup berusaha, berdoa, dan bersyukur. Kenapa? Karena mungkin saja ada banyak sekali orang yang ingin berada di posisi kita. Tapi kita justru acuh dan merasa paling menderita sedunia. Begitu seterusnya.