Draft postingan kali ini saya tulis saat pulang dari rumah teman. Dalam perjalanan pulang, saya sempat berjalan kaki, lalu tanpa sadar menengadah ke langit. Malam itu langit dipenuhi bintang, banyak sekali dan indah. Hati saya rasanya langsung menyublim. Dari sana, saya memutuskan untuk membuka blog. Awalnya saya ingin menulis sesuatu yang indah, tetapi suasana malam itu justru membawa saya pada sebuah memori beberapa waktu lalu, saat saya menginap di sebuah hotel karena harus menghadiri pernikahan sahabat saya. Baiklah, mari kita mulai ceritanya. Solo traveling mungkin sudah menjadi hal yang biasa untuk saya. Mungkin sekitar 70% perjalanan saya lakukan sendiri, sisanya bersama sahabat atau keluarga. Jadi, itu bukan sesuatu yang menyeramkan atau menyedihkan untuk saya. Justru saya menikmati momen-momen tersebut, karena di situ saya merasa lebih dekat dengan diri sendiri dan punya ruang untuk merenungkan banyak hal yang perlu saya perbaiki dalam hidup (anjay). Sampai pada kejadian di...
Tahun 2024 adalah tahun penuh tantangan bagi saya. Rasanya seperti terombang-ambing di tengah lautan tanpa kepastian, seolah-olah hidup ini tak bisa diprediksi—apakah akan selamat atau tenggelam. Dari awal tahun hingga kini, begitu banyak hal terjadi; namun, izinkan saya menceritakan beberapa kejadian yang paling membekas akhir-akhir ini. Hidup saya dipenuhi kejutan, dari yang menyenangkan hingga yang penuh duka. Agustus menjadi titik awal pergolakan besar dalam pekerjaan. Tim di tempat kerja berubah total ketika dua anggota resign, memaksa tim kami beradaptasi dengan komposisi baru. Dari yang sebelumnya terdiri dari 1 lead dan 6 orang yang menangani 9 direktorat, kini berubah menjadi 1 lead dan 4 orang yang harus menangani 10 direktorat. Ditambah lagi, hampir semua direktorat dalam proses transformasi organisasi, menghadirkan tantangan yang tak sedikit. Omelan dan caci maki sudah menjadi “sarapan” harian dari user yang kritis. Meski respons mereka di luar kendali saya, saya tetap beru...
He removes your comfort. "And We will surely test you…" - Qur'an 2:155 He closes certain doors. "Perhaps you dislike a thing and it is good for you…" - Qur'an 2:216 He teaches you patience. "Indeed, Allah is with the patient." - Qur'an 8:46 He tests your faith. "Do people think they will be left to say, ‘We believe,’ and they will not be tested?" - Qur'an 29:2 And He reminds you: "Indeed, with hardship comes ease." - Qur'an 94:5-6 Maybe growth doesn't always feel like becoming more. Sometimes, it feels like letting go, waiting, trusting, and surrendering. Just a few days ago, I told someone that I wanted to learn how to surrender. And yeah, here I am. And maybe this is what surrender looks like, trusting Allah even when you don't know what's coming next.
Lalu rasa lelah bercampur dengan rasa sakit yang luar biasa. Dulu dan sekarang, Perempuan itu harus menanggung segala hal yang dituduhkan. Yang bahkan ketidakbenaran lainnya sudah menunggu. Fiuh, memangnya mereka pikir terbuat dari apa hati perempuan itu? Mereka pikir, sekuat apa perempuan itu? Kenapa mereka memutuskan melampiaskan segala ketidakbecusan mereka kepada perempuan itu? Sungguh, perempuan itu ingin sekali berteriak. Tapi perempuan itu tidak boleh mengeluarkan suara. Rasanya sakit sekali, sakit yang sakit sekali.
Komentar
Posting Komentar