Postingan

Kenapa begitu?

Di suatu hari yang lampau, sudah saya lagi stres banget kerjaan, pas beli sayur ngeliat anak kecil diomelin sama ibunya perkara si anak tidak bisa menghafal perkalian sampai 100. Merasa iba dan geram tapi saya siapa? Jadi saya menahan diri untuk tetap tabah dan netral. Kemudian saya mengingat kembali persepsi tentang hakikat pendidikan. Kadang sesuatu itu seperti makanan timur tengah yang pekat namun hambar.  Saya mungkin adalah salah satu dari spesies manusia yang bingung mengenai pandangan kebanyakan orang tentang pendidikan. Tapi saya di sini tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, di sini saya memilih bingung dan bertanya pada diri sendiri. Kenapa ya sistem pendidikan membuat masyarakat (mungkin termasuk saya) mengukur kesuksesan pendidikan dengan sebuah strata akademik? Kenapa perusahaan-perusahaan hanya percaya melanjutkan regenerasi pada lulusan dengan IP nyaris sempurna? uhuk saya tertohok. Tapi saya tidak akan bercerita lebih lanjut, karena saya mending cerita ke diri sendiri...

Ruang dan Waktu

 Kau tahu? Pada sudut-sudut cahaya dibelokkan Aku terjatuh pada sajakmu Mengubah detik menjadi bait puisi Kau kah?

Narcissus

seperti juga aku: namamu siapa, bukan? pandangmu hening di permukaan telaga dan rindumu dalam tetapi jangan saja kita bercinta jangan saja aku mencapaimu dan kau padaku menjelma atau tunggu sampai angin melepaskan selembar daun dan jatuh di telaga: pandangmu berpendar, bukan? cemaskah aku kalau nanti air hening kembali cemaskah aku kalau gugur daun demi daun lagi? 1971 Sapardi Djoko Damono

Tuan Kata Pergi

Saya mencintai kata-kata, Kata-kata mampu didengar dan mendengar Kata-kata mengikat yang perlu diikat Melepas yang perlu dilepas Meneriaki dalam sunyi Saya mencintai kata-kata, Kata-kata tidak pernah pergi Ia berteman baik dengan kehilangan Kata-kata setia di sampingnya Riuh terdengar dalam sunyi Oh kata-kata rupanya Saya mencintai kata-kata, Kata-kata mengendap, kekal, dan rahasia Berteman baik dengan takdir Menjadi saksi tuannya Terlebih saat tuannya pergi Tuan kata kini sudah pergi Tapi kata eyang, Kata-kata tak pernah pergi,  Kata-kata seperti kita, abadi Karena yang fana adalah waktu, kita abadi. Selamat jalan, eyang Sapardi Djoko Damono

Open Your Eyes

Lagu ini bagus sekali dan saya langsung jatuh cinta ketika mendengarnya. Kalian wajib dengerin deh hihi Open your eyes - Maher Zain Look around yourselves Can't you see this wonder Spreaded infront of you The clouds floating by The skies are clear and blue Planets in the orbits The moon and the sun Such perfect harmony Let's start question in ourselves Isn't this proof enough for us Or are we so blind To push it all aside No We just have to Open our eyes, our hearts, and minds If we just look bright to see the signs We can't keep hiding from the truth Let it take us by surprise Take us in the best way (Allah) Guide us every single day (Allah) Keep us close to You Until the end of time Look inside yourselves Such a perfect order Hiding in your cells Running in your veins What about anger love and pain And all the things you're feeling Can you touch them with your hand? So are they really there? Lets start question in ourselves Isn't this proof enough for us? Or a...

Jika t samadengan nol

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (Surat An-Nur)

Am I Do I

Am I loved? Do I have anyone who cares about me? Am I worthly to live? Am I useful to others? Di alam semesta yang luas ini, kita kecil sekali, maka kita tidak boleh sombong. Tapi di alam semesta yang luas ini, kita spesial, maka kita harus bersyukur.